HomeProfileBestiesStuffRequestSkinsRulesFollow

Minggu, 27 Mei 2018

Cerpen : Kalah Tak Mengapa

Hasil gambar untuk oregairu gif
Konnchiwa Minnasan! Watashiwa Agna! Jadiiiii! Tahun lalu Agna sempat kirim cerpen ke pernerbit PECI (Penulis CILIK) sayangnya ditolak, katanya kurang seru, masa sih? Yaudahlah Agna relakan, dan Agna juga sekarang jarang menulis (Sudah tidak tau tujuanku apa :( ) Jadi yaaaaa enjoy deh

Kalah Tak mengapa

Kisah Seorang Adik Kakak yang tak jauh jarak umurunya, hanya beda setahun, tapi Alhamdullilah untungnya mereka sangat akur, apa pun selalu bersama. Suatu hari, mereka berangkat ke Sekolah, karena beda satu tahun, mereka sekelas. Nama Mereka adalah Kaila dan Kaina, Mereka Kelas 4 SD Sekarang.
“Kaila, Lihat itu deh!” Seru Kaina, sambil menarik baju Kakaknya saat di Sekolah.
“Apa?” Jawab Kaila
“Itu! Yang Ramai Itu!” Tunjuk Kaina, ke Tempat Ramai Sekali.
“Itu kan, Mading Sekolah! Ada apa ya? Yuk Kita lihat!” Kaila menarik Adiknya untuk Segera Melihat apa yang di tempel di Majalah Dinding.
“Permisi, Kami Mau Lewat” Kaila menyelap nyelipkan tubuhnya sambil menarik tangan Adiknya, akhirnya sampai juga mereka di depan Mading, ternyata ada Poster besar tentang Lomba!

Ikutilah Lomba Minggu Ceria

Perlombaan:
·         Baikiak (Perkelompok 2 Orang)
·         Hafalan Surat Pendek
·         Mengambar

Bagi Yang ingin mengikuti Lomba
 Hubungi Bu Rena



 “Wah! Lomba nih Kaina!” Seru Kaila.
“Iya nih! Gimana kalau kita ikutan Lomba Bakiak? Supaya Kita Berdua Bisa sama-sama menang?” Usul Kaina Pada Kakaknya.
“Hm.. Idemu Bagus juga! Oke Deh! Sudah di tentukan! Yuk Kita Ke Ruang Guru untuk mendaftar ke Bu Rena!” Ajak Kaila.
Mereka berdua berjalan menuju ruang guru untuk menemui Bu Rena.
“Assalamualaikum Bu Rena” Salam Kaila dan Kaina bersama.
“Wa’alaikumsalam, Iya, ada perlu apa ya?” Tanya Bu Rena.
“Bu, kami berdua ingin ikut lomba bakiak” Kata Kaila Mewakili.
“Oh, Ikut lomba bakiak, boleh.. Namanya siapa?” Tanya Bu Rena Lagi.
“Nama Saya Kaila Rahma”
“Kalau Kaya Kaina Rahyan”
Bu Rena menulis Nama kakak Beradik itu di Sebuah buku besar.
“Nah sudah! Nanti Lombanya di Gedung Aula SMP Merpati ya! Jam 13:00 WiB Hari Minggu” kata Bu Rena.
Keduanya mengangguk.

Sesampainya di Rumah keduanya menceritakan kepada Ummi bahwa Kaila dan Kaina akan mengikuti Lomba Bakiak.
“Oh.. bagus itu, kalu kalian mau latihan, Abi punya bakiaknya, tuh di gudang!” Kata Ummi.
“Hm.. Kayanya latihanya nanti Mi, Soalnya kami lapar, mau makan dulu” Kata Kaina sambil mengambil sebuah piring.
“O ya sudah”
Sesudah keduanya makan, mereka mencari Bakiak di Gudang yang sangat bau entah darimana dan sebab apa.
“Duh! Mana ya bakiaknya? Aku gak tahan belama-lama di sini!” Komentar Kaina.
“Sabar, Hm... nah ini Aku ketemu! Yuk sekarang kita keluar!” Kata Kaila.
“Yuk!”

Mereka berdua segera berjalan menuju halaman, lalu mereka latihan bakiak.
“Aku di depan kamu di belakang ya!” Kata Kaila.
Kaina menurut pada kakaknya, dia segera memasukkan kakinya di belakang kakaknya.
Mereka latihan selama 3 jam berturut-turut tanpa henti.
Tak lama keduanya mulai merasa lelah, lalu segera istirahat.
“Kaila, Kaina, udah yuk kita Sholat Berjamaah udah Magrib, kalian ini lama sekali Latihanya” Kata Ummi,
“Iya Mi, Kami semangat sekali, hehehe....” Kata Kaina nyengir tapi semangat.
“Iya Mi! Udah gak sabar Banget.....” Kaila tak kalah semangat.
“Haha... Sudah sudah, Yuk udah magrib kalian harus sholat dulu, terus berdoa sama allah ya...” Kata Abi tiba-tiba muncul.
“Ih! Abi Nguping!” Kata Kaina.
“Hahaha....” Semua Tertawa.

Jam 20:30 Wib....
“Uh... Sudah ngantuk nih!” Kata Kaila sambil menyimpan Tabletnya.
“Iya, Sudah malam, sabaiknya kita tidur” Kata Ummi.
“Kaina, yuk.... eh?” Kaila melihat adiknya yang ternyata sudah terlelap di bantal.
“Hah Kaina tidur?” Tanya Kaila.
“Syuut.... “ Abi Menaruh jari telnjuk di mulut tanda untuk diam atau tidak berisik.
“Nanti Abi gendong Kaina, kamu tidur duluan saja” Suruh Abi sambil berbisik.
Kaila segera Bangkit dan menuju kamarnya, sebenarnya tidak sendiri, tapi berdua bersama Kaina, Kaila langsung berwudhu di kamar mandi di kamarnya lalu segera tidur di ranjang kesayanganya.

Hari minggu, jam 13:00 Wib, tepat saat perlombaan...
“Kaila, Kaina, nih minum dulu, Sebentar lagi Kalian akan Lomba” Kata Abi.
“Iya Bi, Tapi Kaina mau minum Es Jeruk aja ya” Kaina mengambil Es jeruknya.
“Kalu Kaila mau minum Soda aja ya!” Kata Kaila mengabil Soda sprite rasa lemon kegemaranya.
“Para Perserta Segera bersedia! Sebentar lagi Perlombaan Bakiak akan segera di mulai, mari kita panggilkan, Kaila dan Kaina!” Panggil MC Perlombaan itu.
 Kaila dan Kaina segera maju ke depan, mereka kelihatan sangat bersemangat.
“Dan Mari kita Panggilkan Rosya dan Mashya!” MC Tersebut berbicara lagi.
Saat sudah ambil Bakiak masing-masing, lalu mereka mengambil posisi.
“Kaila” Panggil Kaina.
“Apa?”
“Aku boleh Aku yang di Depan?” Tanya Kaina memohon.
Hm... Kaila tidka bisa menolak keinginan adiknya, lagi pula dia suka sekali pertama dalam segala hal apa pun.
“Ya sudah Silahkan”
Lihatlah betapa senangnya Kaina, dia segera naik ke bakiak tersebut lalu di ikuti oleh kakaknya Kaila.
“1.......” SuaraMC jelas terdengar
Semua ambil posisi siap dan tegak.
“2.......” Lanjut MC lagi
Semua segera siap berlari.
“Dan... GO!!!”
Lawan Kaila dan Kaina begitu kompak mereka bisa mengangkat kaki mereka dengan cepat.
Tapi apa yang terjadi dengan Kaila dan Kaina? Mereka sangat lambat Karena? Karena Kaina tak sanggup mengangkat Kaki kakaknya yang berat.
Tak lama perlombaan selesai.
Kaila dan Kaina sedih karena tak menang, mereka hanya melihat yang memenangkan lomba begitu bahagia memegang piala, piagam, dan juga beberapa hadiah lainya.
“Argh... ini semua salah kamu!” Tunjuk Kaila kesal pada Kaina, padahal dia jarang pernah marah pada adiknya, tetapi kini...
“Kok Aku? Kamu yang gak mau bantuin!” Kaina Membalas Ejekan tersebut.
“Harusnya Tadi Aku yang di depan! Kamu sih Malah pengen di depan, kalu kamu gak di depan, pasti kita udah megang piala dari tadi!” Kaila Marah.
Ummi mendengar kegaduhan anak-anaknya, beliau melerai.
“Hei ada apa ini?” Tanya Ummi.
“Ini Nih Mi! Kaina membuat Aku kalah! Kalau dari tadi  tadi Aku di depan pasti menang!” Lapor Kaila.
“Suka aja salahin orang!”
“STOP!!!” Ummi melerai.
“Ummi tau, perasaanmu Kaila, tapi kalah dan menang sama aja kok, lagi pula Kalian sudah sekuat mungkin mencobanya, untuk Kaina, lain kali kalu mau mencoba jangan di saat pertandingan, karena tubuhmu masih kecil tidak bisa mengangkat kaki Kaila kakakmya yang berat, tapi ini mungkin takdir, jadi tenang saja, sepertinya masih ada kesempatan ya?” Tanya Ummi.
“Ada loh kesempatan buat kalian mencoba lagi, nih lihat!” Abi Memberikan slembaran Lomba Bakiak, di Jakarta.
“Tuh! Masih ada kesempatan kan? Nanti, Kaina berlatih lagi Untuk bisa mengangkat Kaila ya, dan Kaila, jaga emosimu itu, Ummi dan Abi kaget! Gak biasanya kamu marahi adikmu” Kata Ummi.
“Dari pada berantem gak jelas, Abi Traktir Makan Banana Split mau gak?” Goda Abi.
“MAU!!!” Teriak Kaila dan Kaina Kompak.
“Eh iya, Aku minta maaf ya udah marahin kamu” Kaina dengan sportif meminta maaf pada adiknya
“Iya, Aku juga Minta maaf, harusnya kalau mencoba jangan saat pertandingan” Kata Kaina sambil tersipu malu
Keduanya saling meminta maaf, Tapi yang pasti, yang membuat mereka senang adalah dapat di traktir oleh Abi, Hehehe....            



3 komentar:

  1. Seru kok, Agna. Hanya saja..., aduuh, maaf, ya, kalau nyinggunng. Aku hanya mau beri saran(?), Sebaiknya huruf kapitalnya di betulkan. Eh, uh, maaf sekali kalau nyinggung. Aku bukan orang yang pandai merangkai kata. Gomen.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yay Thank you saranyaaa! Ditunggu saran yang lain yaaa! (Seneng dikasih saran :) )

      Hapus
  2. Ayo semangat buat cerpen lagi, Agna! Ganbatte ;)

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...